Penciptaan lingkungan yang bersih adalah tanggungjawab semua
orang termasuk di dalamnya pemerintah melalui kebijakan dan realisasi tindakan
nyatanya. Selanjutnya untuk menumbuhkan tanggung jawab tersebut dibutuhkan
proses dan juga langkah nyata. Proses dan langkah nyata inilah yang menjadi
focus perhatian kita.
Kedua hal tersebut harus dilakukan secara beriringan sehingga
tujuan menciptakan lingkungan dalam kondisi kebersihan terjaga bisa tercapai
tanpa ada paksaan. Selain itu, tujuan itu juga merupakan sebuah kesadaran dan
kebutuhan semua orang. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk
menciptakan lingkungan yang bersih. Langkah-langkah tersebut di antaranya
adalah:
1.
Memberikan kesadaran
tentang arti penting lingkungan yang bersih kepada masyarakat, terutama pada
anak-anak agar kesadaran tersebut bisa tumbuh sejak usia dini. Membiasakan
hidup bersih sejak usia anak-anak tentu lebih membuahkan hasil yang luar biasa
daripada pembiasaan diri pada usia setelahnya. Alasannya tentu saja berkaitan
dengan kesadaran yang berhasil muncul melalui kebiasaan. Anak-anak tidak perlu
diperintah ataupun dipaksa untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan
lingkungannya. Mereka diberi contoh dan pemahaman akan pentingnya kebersihan,
maka hal itu akan menancap dan dilakukan dengan maksimal dan sebaik mungkin
dalam kehidupannya. Mereka akan terus mengingat dengan baik hal positif yang
sering dilakukannya dengan kesadaran tanpa adanya rasa takut, khawatir ataupun
was-was jika belum berhasil melakukan upaya menjaga kebersihan. Mereka akan
terus belajar dan berlatih karena lingkungan sekitarnya memberikan contoh dan
pemahaman dengan benar.
2.
Buatlah tempat sampah
yang memisahkan antara sampah organik dan non organik. Hal ini penting
dilakukan agar memudahkan upaya untuk menanggulangi timbunan sampah. .Jika
sampah organik berhasil dipisahkan, maka akan mudah untuk merencanakan langkah
positif terhadap sampah. Sampah adalah komponen yang begitu dekat dengan
kehidupan manusia. Dan seringkali dalam pembuangannya menimbulkan banyak
permasalahan. Untuk itu, haruslah dipikirkan cara yang paling tepat untuk dapat
mengelola sampah ini termasuk dalam pembuangan mulai dari tahap di rumah tangga
sampai di tempat pembuangan terkahir. Atau juga bagaimana cara untuk mendaur
ulang sampah agar masih dapat untuk dipergunakan kembali.
3.
Buatlah jadwal rutin
untuk melakuan aktivitas pembersihan lingkungan secara terjadwal. Melalui
jadwal, maka kita akan membiasakan diri disiplin menjaga kebersihan lingkungan.
Tidak masalah meski ada kendala di tengah pelaksanaannya. Tapi hal penting
adalah keseriusan dan keberlanjutan hidup bersih serta sehat Kita tak akan
mendapatkan atau merasakan manfaat dari lingkungan yang bersih tanpa adanya
kemauan dari diri kita sendiri untuk melakukan pembersihan lingkungan. Dan hal
ini seharusnya dijadikan sebagai sebuah kebiasaan hidup. Bukan lagi sebagai hal
yang hanya dilakukan sesekali namun haruslah dijadwal atau diagendakan secara
rutin.
4.
Buatlah sebuah
aktivitas kreatif untuk mengelola sampah non organik menjadi sebuah benda yang
bersifat produktif dan bisa menghasilkan uang. Hal ini dapat diketahui beragam
informasinya melalui beragam media, baik cetak maupun online. Sejatinya saat
ini telah banyak ditemukan ide kreatif untuk mengelola kembali sampah menjadi
barang yang lebih berguna. Kita dapat mencontoh ide yang sudah ada atau
memikirkan ide lain yang berbeda. Poin yang terpenting adalah bahwa sampah
tersebut dapat untuk kembali diolah tanpa memberikan beban yang lebih bagi alam
dan lingkungan.
5.
Biasakan untuk
membuang sampah pada tempatnya. Hal ini akan sangat bermanfaatjika diberikan
juga kepada anak-anak, sehingga akan menjadi sebuah pola perilaku yang tercipta
di bawah sadar. Seperti yang telah disebutkan bahwa masalah sampah adalah
masalah yang klasik. Namun dapat dipercahkan dengan banyak hal yang sederhana.
Dengan membiasakan untuk membuang sampah ke tempat sampah yang benar adalah hal
awal untuk menanggulangi masalah sampah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar